Chelsea meraih gelar Piala FA keempat dalam enam musim terakhir
berkat satu gol di masing-masing babak, yang hanya mampu dibalas
Liverpool lewat Andy Carroll, sekaligus menggagalkan ambisi the Reds meraih gelar ganda, yang kini justru menjadi incaran the Blues.
Ramires
meneruskan kepahlawanannya di partai-partai penting musim ini, saat
mencetak gol di semi-final Piala FA lawan Tottenham dan kemudian
semi-final kedua Liga Champions di Barcelona, dengan membuka skor di
menit ke-11, lalu keunggulan Chelsea digandakan Didier Drogba pada menit
ketujuh babak kedua, yang seolah tanpa henti mencetak gol di stadion
Wembley.
Masuknya Andy Carroll, yang menentukan tiket ke final Piala FA saat
mengandaskan Everton di semi-final, berhasil memperkecil ketinggalan
lewat tendangan kerasnya 12 menit kemudian.
Di awai pertandingan,
Chelsea langsung membangunkan Liverpool, saat umpan matang Juan Mata
berhasil dikejar Ramires, yang berhasil unggul dalam adu kecepatan dan
fisik dengan Jose Enrique, dan kemudian menempatkan bola di tiang dekat
dan kiper Jose Reina telah bergerak ke arah tiang jauh sehingga tak
mampu mencegah bola menembus gawangnya.
Liverpool langsung
bangkit saat Craig Bellamy memanfaatkan kesalahan Branislav Ivanovic,
namun tendangannya masih membentur benteng Chelsea.
Umpan silang
Jordan Henderson berhasil mengarah ke kepala Luis Suarez, tetapi striker
Uruguay itu gagal menyamakan kedudukan empat menit menjelang jeda.
The
Reds kembali tertidur di awal babak kedua, dan Drogba kembali menjadi
pahlawan dengan mencetak gol keempat di rekor empat final Piala FA, atau
gol kedelapan dari sembilan penampilan di Wembley, saat kerjasamanya
dengan Frank Lampard berhasil dimaksimalkan dengan menempatkan bola di
antara kaki Martin Skrtel yang tak mampu dijangkau Reina.
Masuknya
Andy Carroll tiga menit kemudian membawa sedikit angin bagi fans
Liverpool, yang kemudian berhembus kencang pada menit ke-64 saat aksi
individunya mengecoh John Terry dan tendangan kencangnya membuat kiper
Petr Cech tak mampu berbuat banyak.
Bahkan, Carroll hampir
mencetak gol kedua delapan menit sebelum bubaran saat setidaknya
sebagian bola berada di dalam gawang, namun wasit Phil Dowd dan
asistennya memutuskan untuk menganulir gol itu karena menganggap seluruh
bola belum masuk ke gawang, yang semakin menegaskan pentingnya
teknologi garis gawang.
Namun, Chelsea akhirnya menyusuri tangga
Wembley kembali sebagai juara, sesuatu yang sepertinya lekat bagi mereka
beberapa tahun terakhir, dan trofi Liga Champions masih menanti mereka
di Allianz Arena dua pekan mendatang.
No comments:
Post a Comment